BFF.

9 orang cewe, bersahabat sejak SMP. Persahabatan mereka sangat erat. Kemana-mana mereka bersama. Mereka adalah gank yang cukup berpengaruh di sekolah. Mereka adalah cewe-cewe yang tidak hanya mampu secara materi, tapi juga cerdas. Selalu menempati 9 besar peringkat tertinggi di sekolah.Sempurna bukan??Nggak heran, banyak kaum adam yang terpesona dengan mereka.

mereka berpisah saat harus menentukan SMA. Namun, mereka tetap bisa menjaga komunikasi. Mereka tetap dekat. Tetap kompak. Nggak ada masalah dengan itu.

Masalahnya adalah...
Menjelang ujian kelulusan SMA, salah satu dari mereka mengalami kecelakaan. Lumpuh. Saraf -saraf di tangannya juga tidak berfungsi lagi. Tidak bisa menulis. Bagaimana dia bisa lulus??Mengikuti ujian saja tidak mungkin.

Lalu, tau apa yang terjadi??
Teman-teman dekat yang selama ini "mengaku sebagai sahabat" perlahan meninggalkannya. Malu. Gengsi.
Hari-harinya kini sepi. Paling hanya Bundanya saja yang mau menemaninya.
"Mereka cantik, pintar, kaya, dan masih banyak lagi kelebihan yang mereka punya. Mereka nggak mau buang-buang waktu mereka buat ngurusin orang seperti aku...Mereka masih punya harapan akan masa depan, masih punya harapan suatu saat akan menemukan sosok "prince charming" mereka...dan aku??" cewek itu bergumam sendiri di depan cermin.

"Kamu juga masih punya harapan untuk itu. Siapa bilang, dengan kejadian ini semua masa depanmu hancur??" Tiba-tiba ada suara yang nggak asing lagi. Salah satu dari delapan sahabatnya datang menjenguknya.

"Untuk apa kamu datang ke sini?? Aku benci sahabat!!! Mereka hanya datang waktu aku seneng aja...Saat aku butuh mereka??Semuanya pergi!!! Nggak ada yang mau peduli!! Sahabat macam apa itu??bullshit!!" cewek itu mulai kesal.

"Nggak semua sahabat itu kayak yang kamu pikirkan. Nyatanya aku masih ada di sini?? Kalau kamu bilang sahabat itu cuma dateng waktu seneng aja, brarti kamu belum bisa membedakan mana teman, mana sahabat."

"Trus kenapa kamu dateng ke sini?? Cari muka???! Sori ya, aku udah nggak butuh kamu!" kata si cewek lumpuh itu marah.

"Mungkin kamu nggak butuh aku, tapi aku masih butuh kamu untuk bisa dengerin aku, support aku, nemenin aku jalan..."

"Hahahaha...ternyata benar kan, sahabat itu datang kalau mereka butuh aja? Mereka butuh di support, didengerin, ditemenin..."tawa kecut dan terkesan menghina keluar dari ekspresi cewek yang lumpuh itu.

"Siapa bilang???Aku juga datang ke sini, untuk bantu kamu.
Aku akan pinjamkan tanganku, kalau kamu nggak bisa menulis saat ujian nanti...Aku akan pinjamkan kakiku, kalau kamu nggak bisa jalan-jalan kayak dulu lagi...Karena, meski kamu benci figur sahabat, aku nggak akan lelah untuk terus ada buat kamu...Aku nggak sakit hati sama semua kata-kata tentang sahabat yang kamu bilang ke aku... Karena aku yakin, aku bukan tipe sahabat seperti itu."
Cewek yang lumpuh itu hanya diam. menangis. tersadar bahwa dari delapan orang itu, setidaknya masih ada satu yang mau peduli padanya.

Don't walk in front of me, i may not follow..Don't walk behind me, I may not lead.. Just walk beside me, and be my friends forever....

2 Response to "BFF."

  1. srex aswinto says:
    Senin, 22 Desember, 2008

    Hi,
    alam kenal mbak...saya juga lulusan dari Undip. tapi udah ja-dul.

    Saat seseorang mengalami suatu penderitaan yang sangat berat, sering dia kehilangan kepercayaan terhadap diri sendiri, sahabat bahkan terhadap Tuhan sang pemberi kehidupan.

    Artikelmu menunjukkan bahwa masih ada harapan walaupun sekecil apapun bahwa kebahagiaan tidak akan pernah meninggalkan manusia yang "percaya" bahwa Tuhan juga maha pengasih dan penyayang....

    Nice post....
    (aku link ya blog mu)

  2. Shanty Mahanani says:
    Senin, 22 Desember, 2008

    Salam kenal...!
    Closing postinganmu mantap..!

Posting Komentar