My "31-12-08"

Saat semua orang sibuk dengan acara tahun barunya yang meriah..
saat banyak couple janjian candle light dinner...
saat jalan2 ramai dipadati orang2 yang menunggu datangnya tahun 2009...

aku di rumah.
lampu mati.
hujan.
emergency lamp mati.
nggak punya rencana mau ngapain.
mama, papa, adek sibuk dengan urusan masing-masing.
dicuekin.
kedinginan.
laper.
pengen main ke rumah eyang, tapi nggak ada yang mau anter.
just stay at home.

lengkap.

hmmm...
aku sebel. jengkel. semua terkesan bertubi-tubi. bete. dan ujung-ujungnya ngomel-ngomel nggak jelas. kenapa waktu semua orang seneng-seneng, aku nggak bisa ngerayain dengan seneng-seneng juga?
jadi nyesel, nolak tawaran temen-temen buat taun baruan bareng di bandungan, di kerep dengan alesan mau natalan bareng di rumah eyang.. in your dream, baby!!

setelah mulutku selesai ngomel-ngomel sampe puasssssssss, mama bilang (pelan, tapi langsung kena sasaran)
"Mbak, mbok ya belajar menerima. Memangnya, dengan kamu ngomel, lampu bisa nyala sendiri? Hujan bisa berhenti? Nggak kan?? Buang-buang tenaga aja."

hmm...belajar menerima...bener juga...
bisa juga, jadi #1 resolusi buat tahun 2009 ini...

yap...I've got it...

smoga aku bisa mewujudkan resolusi itu...
thanks mama...udah bantu aku menemukan satu prioritas resolusi tahun ini:)

setidaknya, dari peristiwa2 yang kelewat "unforgetable", aku bisa memetik satu hal yang lebih berarti daripada acara hura-hura& pesta-pesta...

power of you...

Seorang anak kampung (usia 10 tahun) sangat ingin melihat ramainya ibukota. Belum pernah sekalipun dia datang ke kota yang sering disebut orang sebagai kota "metropolitan" itu. Rasa penasaran membuat dia selalu ingin datang ke sana..Tapi itu nggak mungkin. Ibu dan ayahnya nggak punya cukup uang untuk itu. lha wong buat makan sehari-hari aja kadang kurang...

tapi ternyata ada yang mau menolongnya untuk melihat dan menikmati suasana ibukota. Pamannya, yang bisa dibilang mampu (dan kebetulan memang belom punya anak, jadi deket banget sama anak itu), mau membantunya mewujudkan keinginannya itu. Asalkannnn.....dia harus juara satu, di semester ini.

Ternyata dia bisa!!

Dia senaaaanggg sekali. Akhirnya, ditemani maknya, di keliling ibukota.

Melihat gedung-gedung bertingkat yang tingginya minta ampun...jalan dari toko ke toko...dan akhirnya sampai di suatu mal. Sewaktu ada di mal itu, dia heran dan terkagum-kagum melihat isi mal itu...

anak : "mak, ini bagus ya, tangga kok bisa jalan...jadi kita nggak usah capek2 naik tangga, udah sampe ke atas sendiri.."
mak :" iya ya...mak juga baru lihat sekarang..."
anak : "wah mak, disini lantainya bersih ya..padahal diinjak-injak orang banyak...di rumah kita??? yang nginjak cuma aku, mak , sama bapak aja, kotornya minta ampun.."

polos sekali anak itu....
tapi sayangnya, ada yang nggak suka sama sikap "lebaii" anak itu...seorang cewek ABG (profil cewek ibukota) yang lagi jalan sama temen-temennya, dengan santainya nyeletuk

"ih, biasa aja kaleeee...liat gituan aja heran...kampungan banget sih?nggak pernah liat yang namanya mal ya? maklum sih, nggak ada tampang.."

mak : "maksud mbak?"
cewek : "udah udik, bego lagi...males gue, ngomong sama lo, ntar kalo ada yang liat, dikira gue kenal sama lo...hiiiyyy....amit-amit.."

si anak menangis...

anak : "mak, kita pulang aja yuk...aku nggak mau lagi ke sini...aku lebih suka rumah kita yang kotor daripada gedung bagus yang bersih ini...aku lebih suka capek-capek naik tangga daripada naik benda nggak jelas ini...aku nyesel mak, kenapa dari dulu aku bermimpi untuk melihat kota ini. kota yang keras...jahat...orang desa seperti kita memang susah ya mak, untuk jadi seperti mereka...??"

mak : "nak..siapa bilang orang seperti kita nggak bisa seperti mereka?? Kita punya modal yang besar untuk bisa 'lebih' dari mereka...

> mereka bangga dengan BMW nya
kita bangga, dengan kaki pemberian Tuhan untuk kita...
> mereka bangga dengan uangnya yang berlimpah
kita bangga dengan berkat Tuhan yang melimpah, sehingga kita selalu tenang..
> mereka bangga dengan teman-temannya yang kaya, cantik/ganteng
kita bangga dengan teman-teman kita yang setia dan selalu hadir kapanpun....
>mereka bangga karena gengsinya, seleranya yang tinggi akan sesuatu
kita???kita harus bangga, sama kualitas otak kita yang lebiiiiiiiiiiiiiihhhh dari mereka....

kemaren, kamu bisa jadi juara kan??? nah, tunjukkan, dengan itu kamu bisa lebih dari mereka..."


Kalau kamu bisa, atas alasan apa aku nggak bisa???Tapi kalau kamu nggak bisa, kenapa nggak,aku mencoba dulu, siapa tau aku malah bisa.....

Sendiri.

Bosen.
Siapa yang bisa kasi tau aku, dimana enaknya sendiri?
Sepi.

Dimana mereka?
aku ingin mereka disini...
aku ingin mereka menemani aku....
Aku tau, aku tidak sepenuhnya sendiri. Dia, yang mahatau tentang aku, selalu ada disampingku..
Tapi aku tetap merasa sendirian...
Menjelang hari yang PENTING ini, aku masih merasa bosan, sendiri...
Tuhan...kembalikan mereka, yang dulu ada, agar aku nggak merasa sendiri lagi..
251208

lil' diary-flowerx giRL. . . . .

aku ada diantara mereka. Mereka, wajah-wajah baru yang aku kenal empat bulan terakhir ini. Empat bulan ternyata cukup untuk melihat karakter mereka.
Orang-orang yang sudah lumayan hebat dalam hal desain, gambar, maket, dan hal lain yang berhubungan dengan itu.
Intinya, aku tidak sehebat mereka. Biasa aja.

Menjadi manusia yang "biasa" memang nggak enak. Kalo ekstrim bagus, ya bagus skalian, jelek, yaudah, skalian jelek aja...total gitulohh...hahahahay..
"Biasa" memang aman... Nggak jelek, tapi juga belom bisa dibilang bagus. Nggak bodoh, tapi juga nggak cerdas. Nggak ada yang akan menghina, tapi juga nggak dipuji...

Medium, Biasa, adalah istilah untuk comfort zone...enak sih ada disana, adem ayem aja...tapi kerasa flat...Buat yang berhasil keluar dari comfort zone dan addapt dengan baik di lingkungan baru, ya jadinya total baguss...
Kalo brani keluar dari comfort zone tapi nggak bisa addapt?? itu derita lo...hhaahahahay..

Tapi kadang-kadang, banyak orang lebih menghargai orang-orang yang berani keluar dari comfort zone mereka. Perkara ntar hasilnya setelah dari comfort zone itu seperti apa, nggak penting...

Dan aku?? memilih tetap ada di comfort zone itu...
Mengapa??
aku takut untuk mengahadapi resiko gagal karena keluar dari comfort zone ku...

Jadilah aku terkurung di comfort zone itu...
Comfort zone memang membuatku nyaman, tapi aku merasa tidak ada istimewanya...

Dan sekarang, aku punya alasan, mengapa aku harus keluar dari comfort zoneku...dan membuat diriku berhasil addapt di lingkungan baruku...membuatku merasa istimewa:)
Bagi dunia, mungkin kamu hanya seseorang....Tapi bagi seseorang, mungkin kamu dunianya...

BFF.

9 orang cewe, bersahabat sejak SMP. Persahabatan mereka sangat erat. Kemana-mana mereka bersama. Mereka adalah gank yang cukup berpengaruh di sekolah. Mereka adalah cewe-cewe yang tidak hanya mampu secara materi, tapi juga cerdas. Selalu menempati 9 besar peringkat tertinggi di sekolah.Sempurna bukan??Nggak heran, banyak kaum adam yang terpesona dengan mereka.

mereka berpisah saat harus menentukan SMA. Namun, mereka tetap bisa menjaga komunikasi. Mereka tetap dekat. Tetap kompak. Nggak ada masalah dengan itu.

Masalahnya adalah...
Menjelang ujian kelulusan SMA, salah satu dari mereka mengalami kecelakaan. Lumpuh. Saraf -saraf di tangannya juga tidak berfungsi lagi. Tidak bisa menulis. Bagaimana dia bisa lulus??Mengikuti ujian saja tidak mungkin.

Lalu, tau apa yang terjadi??
Teman-teman dekat yang selama ini "mengaku sebagai sahabat" perlahan meninggalkannya. Malu. Gengsi.
Hari-harinya kini sepi. Paling hanya Bundanya saja yang mau menemaninya.
"Mereka cantik, pintar, kaya, dan masih banyak lagi kelebihan yang mereka punya. Mereka nggak mau buang-buang waktu mereka buat ngurusin orang seperti aku...Mereka masih punya harapan akan masa depan, masih punya harapan suatu saat akan menemukan sosok "prince charming" mereka...dan aku??" cewek itu bergumam sendiri di depan cermin.

"Kamu juga masih punya harapan untuk itu. Siapa bilang, dengan kejadian ini semua masa depanmu hancur??" Tiba-tiba ada suara yang nggak asing lagi. Salah satu dari delapan sahabatnya datang menjenguknya.

"Untuk apa kamu datang ke sini?? Aku benci sahabat!!! Mereka hanya datang waktu aku seneng aja...Saat aku butuh mereka??Semuanya pergi!!! Nggak ada yang mau peduli!! Sahabat macam apa itu??bullshit!!" cewek itu mulai kesal.

"Nggak semua sahabat itu kayak yang kamu pikirkan. Nyatanya aku masih ada di sini?? Kalau kamu bilang sahabat itu cuma dateng waktu seneng aja, brarti kamu belum bisa membedakan mana teman, mana sahabat."

"Trus kenapa kamu dateng ke sini?? Cari muka???! Sori ya, aku udah nggak butuh kamu!" kata si cewek lumpuh itu marah.

"Mungkin kamu nggak butuh aku, tapi aku masih butuh kamu untuk bisa dengerin aku, support aku, nemenin aku jalan..."

"Hahahaha...ternyata benar kan, sahabat itu datang kalau mereka butuh aja? Mereka butuh di support, didengerin, ditemenin..."tawa kecut dan terkesan menghina keluar dari ekspresi cewek yang lumpuh itu.

"Siapa bilang???Aku juga datang ke sini, untuk bantu kamu.
Aku akan pinjamkan tanganku, kalau kamu nggak bisa menulis saat ujian nanti...Aku akan pinjamkan kakiku, kalau kamu nggak bisa jalan-jalan kayak dulu lagi...Karena, meski kamu benci figur sahabat, aku nggak akan lelah untuk terus ada buat kamu...Aku nggak sakit hati sama semua kata-kata tentang sahabat yang kamu bilang ke aku... Karena aku yakin, aku bukan tipe sahabat seperti itu."
Cewek yang lumpuh itu hanya diam. menangis. tersadar bahwa dari delapan orang itu, setidaknya masih ada satu yang mau peduli padanya.

Don't walk in front of me, i may not follow..Don't walk behind me, I may not lead.. Just walk beside me, and be my friends forever....

My first post


Ini adl post pertamaku

Ak berharap, dg blog ini ak bisa mengasah kreativitasku dlm bidang tulis menulis...

juga bisa share..