kepanikan sukses

kepanikan sukses? maksudnya? orang yang belom siap jadi sukses, trus tiba2 udah sukses, gitu? jawabannya b.u.k.a.n.
hmmm.. kemaren waktu jalan ke toko buku,kebetulan nemu satu buku , judulnya hidup adalah permainan. karangan bob buford. belom kelar sih bacanya, baru mmmmm kira-kira hampir setengah. tapi dari sekian yang saya baca, saya mau cerita. tujuannya simpel, biar saya nggak lupa. hehehe.makanya, sekalian cerita sekalian buat nyatet.
bob buford adalah pengusaha tv kabel,perusahaan ini diwariskan oleh ibunya. perusahaannya berkembang sangat pesat, ratingnya tinggi.
dia melewati banyak perjuangan hidup yang sangat berat untuk mencapai titik kesuksesan ini. namun, setelah sukses, apalagi? sepertinya dia merasa hidupnya bisa ia gunakan untuk hal yang lebih berguna dari yang dia lakukan saat itu. lalu ia mulai sadar, bahwa hidup ngga hanya melulu soal uang dan sukses. bahkan dalam bukunya, dia biang "2 alasan kenapa anda sedih, yang pertama karena anda tidak mendapatkan apa yang anda mau, dan yang kedua anda mendapat yang anda mau. ternyata kesuksesan itu juga ngga selamanya membahagiakan.
lalu bob bufford mengelompokkan dua bagian dalam hidup, yang ia anggap seperti permainan. babak pertama itu saatnya kita meraih kesuksesan. dan babak kedua, kita memaknai kesuksesan itu. Percaya ato nggak orang-orang banyak banget yang sampe akhir hdupnya nggak pernah mengalami babak kedua,atau sebenarnya mengalami, tapi ngga sadar. babak kedua ini lebih kepada pelayanan kita sama orang lain, menerapkan ajaran dari keyakinan yang kita anut unntuk orang lain, untuk komunitas tertentu, untuk organisasi tertentu. biasanya, di babak pertama, orang akan disibukkan dengan kegiatannya bekerja, mengejar sukses, pendidikan, karier, uang, dll. sehingga, terkadang, ajaran dari keyakinan yang mereka anut itu sebatas dipahami dan dimengerti.
tapi ketika babak kedua itu datang.. orientasi kita udah nggak ke kesuksesan duniawi lagi, tapi lebih ke kesuksesan kita di masa depan. bahkan bob bufford ngajak pembacanya buat membayangkan apa yag akan mereka tulis d batu nisannya kelak. intinya, pengen dikenang kayak apa, mereka?
karena saat kita meninggalkan duni nanti, yang dikenang sama orang tuh bukan masa2 "babak pertama" kita, tapi babak kedua. dimana kita lebih mengabdikan diri ke masyarakat. babak kedua itu, (kalo hidup adalah permainan), adalah langkah menuju homerun nya.
Bob bufford bilang, mulainya babak kedua itu nggak tentu kapan. tergantung orang itu juga, tapi dia waktu itu ngalamin umur 40an. merasa hampa dengan segala yang diraihnya. kisah seperti ini juga pernah saya dengar dari mario teguh. dimana dia melepaskan jabatannya sebagai vice president salah satu perusahaan, untuk menjadi motivator. mengabdikan diri sepenuhnya untuk menolong orang lain.

semoga kita bisa menyadari, kapan babak kedua itu datang dalam hidup kita. dimana pencapaian akan kesuksesan terasa sudah cukup, dan saatnya untuk memaknai kesuksesan itu sendiri. memang agak susah buat orang yang nggak gampang puas. udah sukses di bidang A, masih kepingin sukses di bidang B. udah sukses di bdang B, mau mengembangkan lagi ke bidang C. menyadari datangnya babak kedua i bukanlah membuat orang merasa lekas puas dengan apa yang dia raih.tapi lebih kepada penyadaran, bahwa "apa yang sudah kamu siapkan untuk 'hidup'mu di masa 'setelah ini'?" melepaskan selimut tebal yang hangat (lambang kesuksesan) untuk berani terjun mengejar hal lain yang lebih dibutuhkan untuk kehidupan "selanjutnya".

jangan terlena sama kesuksesan itu. udah banyak kok contohnya, yang terlalu keenakan sama kesuksesan dan akkhirnya malah jadi pukulan buat dia sendiri. ngga usah jauh2, beberapa artis ibukota. lihat saja beberapa tahun terakhir ini, kebanyakan yang udah mulai naik daun malah adaaaaaaaa aja yang dilakuin. dan itu merugikan dia sendiri.

hmmm.. tapi bob bufford juga bilang, usia menjelang duapuluh tuh masih baru-barunya mau melakukan tendangan pertama kalo di sepakbola. bukan berarti saya nggak memikirkan bgaimana "babak kedua" saya.
saya berharap, "babak pertama" saya untuk meraih kesuksesan bisa saya jalani dgan baik, dan terlebih, saya menyadari, kapan babak kedua itu datang dalam hidup saya. :)

3 Response to "kepanikan sukses"

  1. ~Srex~ says:
    Sabtu, 30 Januari, 2010

    Yah...perlu ada keseimbangan dunia-akhirat...kita makhluk sosial, tergantung jg pada manusia lain...makanya harus diingat terus...you're not alone...

  2. DzN says:
    Sabtu, 30 Januari, 2010

    Isi dari bukunya kliatan menarik skali mbak.
    Ini seharusnya buku yang dibaca para petinggi negara kita. Kebanyakan petinggi negara kita ini berkutat dengan babak pertama sih.
    Tamak...selalu tidak puas...dan mentingin kesuksesan diri sendiri.
    Walaupun gak semuanya sih. ^^

  3. puspa ayu says:
    Jumat, 05 Februari, 2010

    @ Oom srex yups. bener banget. kata orang, hidup itu kan sebatas mampir di warung kopi, jadi jangan keenakan sama hal2 yg duniawi:)

    @DzN haha, kl pejabat biasanya gitu ya. ya besok deh, bukunya tak kirim ke DPR-MPR :)

Posting Komentar