rusa di hutan rimba

 

Kehidupan Hutan rimba ini keras sekali

Dan dia hanya rusa bertubuh sedang. Tidak besar dan tidak kecil. Setidaknya, kalau raja hutan seukurannya mendekat, diapun belum tentu berani.

Rusa harus terus berjalan, berlari bila perlu, untuk bisa bertahan hidup di hutan rimba ini. Siapa yang bisa menyelamatkannya selain dirinya sendiri? Adakah?

Berlari kesana kemari. Mencari sumber air yang segar. Bersama kelompoknya. Tetapi ranting tajam melilit kakinya. Terjatuh. Lukanya dalam.

Tapi katanya, harus lanjut berlari. Raja hutan sedang menuju kearahnya, entah mau apa. Yang bisa dia lakukan adalah lari. Lalu lukanya? Abaikan saja, nanti juga sembuh sendiri, katanya.

Dia terus berlari mencari tempat yang aman. Ia hanya ingin hidup tenang. Tetapi derap langkahnya semakin lemah. Kelompoknya berlomba, berlari menuju tempat bersembunyi yang aman. Dia terengah seperti ingin menyerah. Adakah yang bisa menggendongnya agar bisa bergerak lebih cepat? Raja Hutan siap memangsa!

Dia menepi di balik pohon besar. Alih-alih bersembunyi. Sambil melihat luka di kakinya, ternyata semakin berdarah. “Kau harus kuat! Kau pasti bisa!” diksi diksi berujaran dikepalanya. Tak sadar dia membohongi dirinya sendiri. Dia butuh pertolongan.

Lama menepi. Mengatur strategi. Berlari, atau mati. Berjuang atau jadi arang.

Satu rusa berbalik menuju ke arahnya. “Kau harus kuat! Kau pasti bisa!”

Dia telah memutuskan. Melanjutkan langkahnya meski tidak cepat. Lukanya masih belum pulih.

“Terimakasih, aku hanya butuh ditemani.” Dia hanya seekor rusa yang meyakini, biarpun tertatih yang penting bergerak maju menuju ke tempat yang aman.

SEMUAMUA POLITIK!

Hai blog. Ga terasa udah hampir habis bulan Februari 2024. Baru awal tahun tapi udah terlalu ribut rasanya beberapa minggu di awal tahun ini. Ya, tanggal 14 Februari 2024 ini, Indonesia merayakan pesta demokrasi alias pemilu. Untuk pertama kalinya ngerasain nyoblos di kota orang (ngga bisa dibilang merantau karena udah bareng sama keluarga kecil, tapi bukan kampung halaman juga, jadi gimana sih? hahaha). Dan kali ini yang dicoblos banyak banget ngga Cuma presiden doang, ada legislatif juga. DPD lah, DPRD lah, DPR RI lah. Banyak. Mana nggak kenal pula jadi ya dalam nama Yesus ajalah ya semoga yang terpilih bisa membawa perubahan ke arah lebih baik.

Pemilihan presiden tahun ini melewati banyak tahapan biar semua rakyatnya ngerti soal program kerja yang mau mereka kerjain buat membawa Indonesia lebih baik lima tahun kedepan. Lewat debat capres (calon presiden) dan debat cawapres (calon wakil presiden) berkali kali. Harapannya ya masyarakat terbuka pikirannya, dan bisa memilih dengan lebih mantap dan yakin siapa paslon (pasangan calon) yang akan dipilih. Kenyataannya sih, nggak segitunya ya. Kalo orang udah yakin sama satu paslon, mau dia di debat itu perform atau nggak perform ya tetep aja di dukung mati-matian dibela-belain pake urat. Mending bakso urat enak, lah ini urat leher sampe urat malu kadang putus.

Di keluarga besarku, pemilihnya juga beragam. Ngga semua sepakat di satu pasangan calon. Dan aku memilih untuk (mengaku) golput aja. Even nggak golput beneran, aku akan bilang golput aja didepan mereka. Mau suara mereka sama dengan pilihanku atau berseberangan, aku tetap bilang golput aja. Kadang yang dibutuhkan di masa-masa ini Cuma komunikasi yang baik aja sama keluarga. Udahlah kerjaan aja yang bikin capek, ngurus rumah dan anak juga udah menguras pikiran, nggak usahlah ditambahin sama debat nggak perlu soal pilihan presiden. Ya yang menurutmu benar silahkan yakini, yang menurutku benar ya biar aku yakini. Mau dikasih tunjuk video-video paparan segala macem, kalo semua itu Cuma potongan video, kita nggak bener-bener subjektif menilainya. Berhenti mendadak jadi politikus Cuma karena giringan opini media. Pilihanku juga tidak sempurna pasti, tapi aku tidak mau terlalu membela atau menyanjung, karena yasudahlah aku memilih itu karena aku juga membaca. Berita yang aku baca,video yang aku lihat dan pemahaman-pemahaman yang kuyakini benar, ya biar itu menjadi konsumsiku aja. Mau terlibat dan peduli buat negara di beberapa tahun mendatang, tapi males ribet dan ribut.

Setelah pengumuman hasil pemilu pun, semua orang juga akan menerima kok hasilnya. Ada gitu warga negara yang secara independen, menggungat karena tidak setuju dengan hasil pemilu? Aku rasa ngga ada ya, atau jarang. Kebanyakan sih dari partai politik (yang tentunya dengan dibumbui banyak kepentingan), menggungat karena merasa banyak kecurangan yang mereka rasakan di pemilu 2024 ini. Ya secara dia juga udah kampanye juga, kluar duit banyak juga terus kalah.

Kadang, kita nggak perlu buat menjelaskan, where we stand clearly to others. Karena tau, ada relasi-relasi penting yang lebih berharga untuk dijaga. Ada lebih banyak memori menyenangkan yang bisa dicreate ketimbang terus ngedebat pendapat yang berbeda dengan kita. Kalau mereka sependapat sama kita, mereka nggak memerlukan penjelasan kita. Atau kalau mereka sudah terlanjur tidak suka sama pilihan kita, mau dijelasin kayak gimana, didebat kayak gimanapun juga Cuma ngabisin waktu tenaga dan kalau parah bisa merusak relasi. Come on, pemilu lima tahun sekali, itu juga heboh bangetnya beberapa bulan / minggu sebelum pencoblosan. Relasi kita sama orang-orang terdekat itu nggak worth buat dituker sama adu urat.

Ada banget masanya, dikatain apatis, ngga peduli masa depan negara, daripada golput mending suaranya diisi ke salahsatu paslon minimal cegah yang buruk berkuasa, dan banyak lagi, karena mengaku golput. Ya biar aja. Wong nyoblosnya juga bukan di panggung yang dilihat banyak orang. Nyoblos juga di kubikal tertutup, mau kita ngomong golput endingnya tetep milih juga kan yang tau kita sama Tuhan doang. Hahaha. Itu yang koar-koar ngedukung sampe otot urat semua pada keliatan, yakin tuh beneran nyoblos yang dibela? Atau karena mau “serangan fajar”nya doang?

Udah 2024 bro,sis. Waktunya jadi pribadi lebih dewasa. Udah bisa milih artinya udah 17+ dong ya? Atau kalaupun belom 17+, udah nikahlah. Dewasa dong? Ya kan? Ya dong? Bener kan? Bener dong? Itu yang kalian bela mati-matian ntar juga abis itu koalisi juga endingnya. Jadi, daripada waktumu terlalu selo buat debat mending bantuin kelarin gambar aku yuk. Less bac*t more cuan. Smangat!

Parenting that PARENT SHOULD THINK!

 

Hai hai. How are you today? Topik pembahasan kali ini agak serius ya, hehe. Yaiyalah udah jadi orangtua 2 anak masa masih mau cengengesan melulu yakan. Meskipun cengengesan ditengah badai itu juga perlu, kalo kata anak-anak jaman now buat work life balance dan menjaga mental health tetap baik hahaha.

Jadi minggu lalu ada seminar parenting yang diadain sama sekolah si kakak, yang mengundang semua orangtua murid. Temanya adalah Moving together: Parents and Educators for Healthy Growth of Children in the Digital Era. Speakernya dulunya tenaga pengajar  dan kepala sekolah, tapi sekarang udah resign dan fokus jadi pembicara buat tema2 parenting semacam itu.

Sebelum ikut seminar ini, aku melihat parenting dengan segala teori-teorinya ya Cuma dari browsing online. Kadang muncul dari Instagram para praktisi kesehatan dan tumbuh kembang anak, selebihnya ya dari praktek langsung menghadapi anak yang ujiannya sungguh ada aja. Harus belajar setiap hari. Jadi orangtua nggak pernah ada sekolahnya. Semua otodidak, dan kadang tiba-tiba ada kuis, ada ujian, ada sidang HAHA. Iya, emang se-otodidak itu. Kalo ada pakemnya atau petunjuk pakai kayak kalo kita beli barang elektronik, mungkin klinik tumbuh kembang anak nggak pernah ada di dunia ini. Dokter anak juga ga diperlukan kayaknya, karena kalo sakit juga udah ada pakemnya harus diapain.

Tapi justru karena setiap anak itu unik dengan kepribadiannya masing-masing, satu- satunya cara untuk memahami dan membersamai dia adalah  dengan dekat dengan dia, meluangkan waktu untuk bener-bener pantau tumbuh kembangnya. Menyadari bahwa anak dan orangtua sama-sama belajar. Orangtua (dalam hal ini aku sebagai generasi milenial), menjalani peran untuk mendampingi anak generasi alfa, kita sebagai tamu doang di generasi ini. Ini generasinya mereka, anak2 alfa. Kalo kita sebagai orangtua nggak adjust, ngotot mau nerapin pola parenting yang diterapkan ke kita waktu kecil, ya nggak bisa.”Lah dulu aku juga dibiarin main nggak masalah tuh. Masih kelas 1 SD pulang naik angkot sendiri dari sekolah ke rumah juga baik2 aja tuh.” Yaa monggo sih kalo mau punya pemikiran era orde baru sih bye aja jangan lanjutin baca tulisan ini karena ngga akan masuk. Dulu orang sejahat-jahatnya ngapain sih, nyopet mungkin. Penculikan anak  juga belum yang gimana-gimana kayak sekarang ini. Kejahatan semaikin banyak mengintai, kewaspadaan juga harus ditingkatin kalo mau aman. Atau, “Yaelah makan pada susah-susah amat sih, dulu aku umur 2 bulan juga udah dikasih pisang kata ibu aku.”YHAAAAAAA.

Perkara adjust ngga segampang 6 huruf itu. GImana kalo ternyata kita punya innerchild yang kambuhan, gimana kalo kita punya luka yang belum beres sama orangtua, dan itu membuat kita memperlakukan anak tidak dengan seharusnya. Atau ada kodisi fatherless atau motherless (kalau LDM karena tuntutan kerjaan) atau malah parentless(?) karena tinggal sama kakek neneknya. Kalo yang LDM ya harus salah satu orangtua bisa memerankan dua peran, ya jadi ayah tapi juga jadi ibu di waktu yang sama. Bisa nggak?

Bisa juga nggak ada luka sih, ngga ada innerchild yang gimana-gimana sih  tapi sibuknya minta ampun papa mamanya, jadi anaknya lebih banyak spent time sama mbaknya dirumaht, erpapar gadget screentime entah berapa lama. Orangtuanya sampe rumah udah capek dan endingnya nggak ada komunikasi yang baik antara anak dan orangtua. Mau membatasi screen time ngikutin aturan IDAI, tapi dianya juga ga bisa nemenin, mau delegasi tugas ke mbaknya buat nemenin anak main no gadget juga tergantung personality mbaknya. Ada yang bisa ada juga yang nggak. Mengingat abis pandemic juga kan, anak-anak juga kayak udah kebiasa nonton youtube jadi hiburan satu satunya mereka karena disuruh dirumah aja. Kalo mau no gadget sama sekali ya bisa aja sih Cuma ya energy orangtuanya harus bisa mengimbangi.

Di sisi lain, gadget juga bukan sesuatu yang bisa “dimusnahkan” dari tumbuh kembang anak generasi alfa ini. Kalo masih bayi sih oke ya bisa kita jauhin no gadget. Tapi makin kesini udah makin gede, dia juga kan makin ngerti ya, dan kita juga mesti keeping up anak dengan update teknologi yang akan membersamai  generasinya. Ada teknologi AI, trus virtual reality dengan segala kecanggihannya, belajar coding,dimana semua itu bisa dipelajari dan diketahui kalo ada screen time. Batasan penggunaan screen time sih sejauh ini belum ada yang pasti, harus berapa lama idealnya, karena semua Cuma lihat di outputnya. Screentime lama kalo ternyata anaknya passion di coding ya mungkin juga bukan jadi masalah. Tinggal menyeimbangkan waktu dia bersosialisasi dengan lingkungan ga melulu ngoding aja. Kita harus jadi SUPER TAMENG buat anak-anak supaya terpapar dengan hal positif yang berdampak baik buat tumbuh kembangnya.

Segudang issue parenting di era digital ini semuanya dibahas di seminar itu dan kasih banyak insight karena relate sama aku yang sedang menghadapi si kakak yang lagi ada di fase moody. Hope this is just a phase in her life. Dan semua isi seminar itu menamparku kanan kiri sebanyak 70 kali 77 kali kalo kata alkitab mah. Bagaimana kita harus lebih aktif ngedeketin anak, lebih proaktif make a move bukan nunggu dia ujug-ujug mau curhat  sama kita tentang kesehariannya. Menjadikan dia pribadi yang bisa lebih terbuka sama kita dengan cara kita yang terbuka lebih dulu sama dia.

Parenting itu nyatanya kompleks. Jadi orangtua itu belajarnya seumur hidup. Belum lagi kalau anaknya lebih dari satu, karakternya pasti beda juga. Adjustment tiada henti. Jadi, mempertimbangkan untuk punya keturunan harus banget dibarengi dengan kemauan belajar, nggak gampangin. Berkaca untuk diri sendiri, akupun bukan orangtua sempurna. Kesabaranku masih setipis tisu dibagi 2.kadang kalo tangki cintaku kurang penuh, masih sering emosi melihat anak tantrum. Tapi kembali lagi inget, kalau Tuhan udah kasih kepercayaan berarti Dia tau KITA, mama dan papanya, mampu dan sanggup merawat dan mendidiknya dengan baik.

Semangat kita orangtua generasi alfa. Semoga selalu diberi kesabaran, kekuatan, kemampuan buat mendidik dan membersamai anak-anak. Semakin besar tantangan didepan, yang penting harus KOMPAK sama pasangan untuk jadi partner membesarkan anak.GOD BLESS US. keep rock and roll but dangdut at the same time!

Tentang Ibu

 Hai. Kembali kesini dengan status baru jadi mama dua bocil. Kesibukan lately sebagai mama perah adalah pumping ASI 2,5-3 Jam sekali selama cuti 3 bulan ini. Bentar lagi udah mau masuk kantor dan harus banget ngejar stok ASI di freezer.

Ngelihat 4,5 tahun kebelakang, jalani peran jadi ibu ternyata bikin banyak hal berubah. Dulu, clueless bgt jadi ibu ya kirain udah aja di kehidupan kita nambah member. Go with the flow. Ternyata setelah dipikir2, udah banyak banget metamorfosisku seiring membersamai anak bertumbuh.

4 tahun lalu memutuskan jadi fulltime mom, ngurus baby dan bagi peran jadi istri yg kerjain kerjaan2 rumahtangga tanpa ART.

2 tahun lalu memutuskan back to work, jd working mom, ya monitor pertumbuhan anak, bagi peran jadi istri& pasangan, ya manage rumah, ya kerjaan juga.

Belum lagi kalo papanya anak2 lagi sering dinas luarkota. Hari2 ya jadi mama sekaligus papa. 

Nentuin menu makan anak, sekolah dan segala aktivitasnya, vaksin, berobat, rumah, ART. Dan juga manage waktu untuk keperluan eksternal seperti kegiatan sosial.

Menyadari punya waktu me time adalah hal yang langka. Even ngemall, ya jadwalnya nemenin anak ke playground. 

Waktu me time ya sebisanya diselipin. Didalem mobil pulang dr anter anak sekolah.  Atau waktu2 after pumping sebelum  pumping selanjutnya. Itu juga kalo si little baby ngga lagi bangun. Kalau punya geng seumuran dan seperjuangan sih kayaknya enak ya. Hahaha. Sayangnya proses hidup membuat innercircle semakin kecil untuk bisa membagi cerita2 konyol sampai spanengnya seorang ibu.

Jadi ibu membutuhkan mental yang kuat. Dan support sistem yang kuat juga. Sebegitu banyaknya gurita peran yang harus dijalani, kalau tidak bisa mengapresiasi minimal jangan menyakiti. "AH. GITU DOANG AKU JUGA BISA. Perhitungan. Biar keliatan apasih disebutin semua gini? Pengen keliatan berkorban?!" NGGAKLAH, YA BIAR SADAR. Kalau ibu juga bukan robot. Yang HARUS paham semua tapi tidak boleh sakit hati kalau dengar bentakan. Harus pinter atur semua tapi kalau ada kekurangan / hal yg kelupaan/ kelewat karena banyaknya yang berseliweran di kepalanya untuk dipikirkan, mudah diprotes. 

Menjadi ibu membuatku menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri sebelum memikirkan kesehatan keluarga. Kesehatan fisik dan mental tentu saja. Karena sekali saja tangki cintanya tidak terpenuhi dengan baik, apa yang dia pancarkan untuk keluarganya juga tidak maksimal.

Semakin menjadi ibu, aku semakin sadar aku membutuhkan ibu. Wah ternyata dulu mamaku hebat sekali ya menjalani perannnya. Atau, oooh jadi ini yang dulu mama rasain kalo aku memilih balik kanan meninggalkannya ketika dinasehati. Oooh jadi ini maksudnya nasehat2 yang dulu pernah mama bilang.., dsb. Bagaimana kita melihat dan menghargai ibu (di generasi orangtua), itu berdampak ke gimana kita memperlakukan ibu (di generasi kita)

Jadi ibu dengan segudang peran selalu ada 2 sisi, fun dan melelahkan. Tergantung dari sisi mana kita mau melihatnya. Tapi dari sisi manapun itu dilihat, yang tidak akan pernah berubah adalah tempatnya bersandar. Ada Tuhan dan suami. Tuhan, ya udah pastilah, mau kemana lagi ngadu kalo bukan sama penciptanya. Suami, karena pada prinsipnya apa yang terjadi didalam rumah, ceritanya ya ke orang2 dirumah. Bukan sampe keluar pagar apalagi ke media sosial.

Terimakasih sudah terus bertahan dan berjuang sejauh ini ya, badanku. Sebentar lagi cuti 3 bulannya selesai, ayo semangaat! Semoga semua bisa berjalan lancar. Anak2 tetap bertumbuh kembang dengan sehat dan baik. Relationship dgn pasangan juga tetap baik, komunikasi lancar dan minim tegangan tinggi intonasi bicara. 

Mom, bridge between love and everything. Beyond grateful. Thanks God



MINDFULNESS!

Hai blog ku yang usang. Hari ini kembali lagi ada bahan ide buat self reminder. Biar gak lupa, aku tulis disini ya. Jadi 3 bulan terakhir ini, aku kehilangan 2 saudara sepupu yang secara garis keluarga sangat dekat sama aku. Setiap akhir tahun, kami selalu punya agenda buat berkumpul bersama. Meskipun memang ga semuanya bisa hadir, pasti ada aja yang absen entah karena pekerjaan atau juga karena hal lain yang gak bisa ditinggalkan. 

Sedih dan pastinya kaget dengan berita duka yang datangnya hampir beruntun gitu. Apalagi secara usia masih lebih muda dari aku. Tapi namanya rahasia Tuhan, kapan dipanggil pulang ya harus pulang siap atau nggak. Kabar duka ini bikin aku jadi kepikiran 1 hal, MINDFULNESS. Menurut penelusuran gugel, Istilah mindfulness menurut Jon Kabat-Zinn berarti kesadaran yang muncul dari memperhatikan dengan sengaja, pada saat ini, dan tanpa menghakimi. Kunci dari mindfulness adalah memberikan perhatian (atensi) dengan cara tertentu. Dari awal kita mulai ngerti tentang hidup dan segala macemnya (di usia yang sudah bukan anak2 lagi), kita udah pasti tau kalo kematian itu rahasia Tuhan. Tapi jujur setelah itu datang kepada orang yang dekat dengan kita, rasanya memaknai mindfullness ini jadi begitu penting.

Hadir secara utuh, menghargai waktu kebersamaan di SAAT INI, menyadari bahwa siapa yang tau kita punya hari esok atau enggak. Gimana kalo enggak? Apalagi memiliki anak usia balita dengan ritme harian ibu bekerja. Ini pilihanku, memilih kembali kekantor dengan segala konsekuensinya. Namun ketika ada waktu untuk hadir buat anak, ya hadirlah dengan utuh. Sediakanlah waktu yang berkualitas. Buatlah dia merasa bahwa memang kamu itu ada bukan cuma secara fisik, tapi ada buat membersamai dia. Bahkan kadangkala nggak semua hal yang dia ucapkan mungkin "nyambung" sama duniamu saat ini. Mungkin imajinasinya masih terlalu tinggi untuk dipahami. Tapi tetap hadirlah, bersamailah. Semaksimalnya. 

Godaan terbesar buat jadi orang yang lebih mindful (dalam kasus membersamai anak) ini adalah distraksi alat komunikasi. Entah itu handphone, TV, atau gadget yang justru anak lebih sering lihat daripada memilih ngobrol/ bermain sama orangtuanya. Tapi di jaman sekarang ngga bisa dihindari alat komunikasi memang sudah jadi kebutuhan yang cukup penting. Yang jelas, sadarilah apa yang kamu lakukan hari ini, saat ini, di detik ini. Yang kamu tau, waktu nggak akan kembali, dan yang kamu nggak tau adalah kapan waktu itu diambil dari padamu. Seterbatas apa waktumu bersama orang-orang terkasih, kamu nggak pernah tau. Jadi kalau mereka meminta waktu bersamamu, hadirlah seutuhnya. " Ah, kan masih seumur hidup waktu sama keluarga maaaa. Gak akan kemana2 juga kalo udah jadi keluarga. Quality time ya sekadarnya, sesempatnya aja. Toh aku juga hadir secara fisik disini (meskipun pikirannya gatau kemana, tangannya asik sama gadgetnya)" Nggak usah kepedean masih dikasih waktu banyak. ----SELAIN SELF REMINDER, INI JUGA TOLONG MENJADI PERHATIAN ORANGTUA YANG BELOM INSAP---- 

Doanya setiap ulangtahun sih memang minta panjang umur. amin. tapi nggak ada salahnya (dan emang seharusnya) menjadi orang yang lebih mindful. setiap hal itu ada porsinya yang tepat kok. waktunya kerja, waktunya me time, waktunya bareng keluarga dan orang terkasih. nggak juga mengesampingkan semua hal juga. Bahkan yang cukup kusadari beberapa tahun terakhir ini, memiliki waktu me time itu MAHAL. tapi ya harus belajar lagi mengatur waktu. bagaimanapun juga semua harus seimbang. 

Terimakasih Tuhan buat banyak pelajaran berharganya beberapa bulan terakhir ini. Aku akan belajar lebih mindful menjalani peranku didalam keluarga. Semoga begitu juga pasanganku. Sehingga komunikasi yang baik dan hangat, juga menyenangkan dapat tercipta diantara kami dan kehadiran kami secara UTUH bisa dirasakan sama anak2. Kami nggak pernah tau kapan Tuhan minta kami pulang, tapi kami mau jalani saat ini, detik ini, buat hadir untuk anak2. Nggak kehalang gadget, nggak kehalang ego atau kesenangan2 kami, apalagi sampe anak2 nggak merasakan kami ada bahkan disaat kami duduk tepat disamping anak2.

Lets try, and wis us luck!




Randomly saying

Kesetiaan itu mahal harganya, makanya cuma bisa ditemukan pada hati orang2 yang berkualitas. Sebagai orang yang pegang value integrity, kadang se- ekstrim itu melihat "kasta" orang dr segi integrity nya dalam hidup. I mean in couple relationship ya. Semakin setia dan menghargai pasangannya, kastanya semakin tinggi✌️, hidupnya punya value yg baik. Semakin sering   selingkuh/ banyak tipu2/sembunyiin hal apapun dari pasangannya, yaa jelas dia udah kastanya tidak kasat mata. Alias nggak kuanggep, maaf🙏. Kentut aja masi ada baunya, masi dianggep🤣.

Kesetiaan lahir dari ketulusan hati orang. Bukan dari paksaan apalagi ancaman. "Awas aja kalo kamu selingkuh ya!" "Berani selingkuh, aku tinggalin kamu!" Semakin dipaksa pasti semakin mencari cara untuk menyembunyikan. Banyak  orang di luar sana yang siap "menggoda" kalo kita tidak menetapkan batasan yang jelas & gak tegas. Entah menggoda secara fisik ataupun sok menyentuh hati, ruang kosong yang mungkin gak didapat dari pasangan. Tiba2 ngajak ngobrol ikrib endingnya caper. Tiba2 kedok temen (gebetan) lama belom kelar2 nostalgia. Tiba2 kedok rekan bisnis ngobrol ngalor ngidul akhirnya ng(y)etan👿. Tiba2 stalking medsos ujung2nya kepencet like,comment, subscribe. Yhaaa, sungguh lebih menakutkan dibanding liat hantu. Tapi makin kesini bentuk kasta tidak kasat mata ini juga makin macem2. Ada yang beneran make a new unclear relationship (((hubungan nggak jelas🤣))), ada juga yang yaaaa tepu2 ajalahh, segala yang bisa disembunyiin dan ga mau pasangannya tau, ya gausah bilang2. "Aku kan ga bohong, cuma ga cerita aja!" Yhaaaa sama aja, se-kastaaaa. IYA, EMANG LAGI MENGHAKIMI INI, nape??! HAHAHA.

Tidak ada yang bisa tau dalamnya hati orang. Nggak ada jaminan juga orang jadi loyal, setia dan gak sembunyiin apapun dari kita. Jadilah orang sepeduli mungkin, se-pure mungkin, sepenyayang mungkin, setegas mungkin dan semandiri mungkin. Lakukan setulus mungkin. Ketika semua udah kamu upayakan sebaik mungkin namun pasanganmu masih membuka celah untuk hubungan lain& tipu2 lain yang gak jelas, kamu tau, sesungguhnya siapa yang rugi kehilangan 😏

Tapikan lagi2 ukuran peduli,tulus, sayang,pure, mandiri, itu UKURAN SIAPA? HAHAHA. Ga ada kelarnya kalo dibahas. Mungkin ngerasa udah mandiri, peduli, penyayang, tapi dimata couple nya ternyata enggak🤣. Lagi2 semua itu soal rasa syukur, soal belajar merasa content dengan hidup yang sedang dijalani. Yang benar2 berintegritas, akan tetap setia meskipun dia tau relationship nya tidak sempurna. Menyadari bahwa bisa dimulai dari diri sendiri untuk membuat relationship yang menyenangkan. Bukan cuma ngarep dari couplenya. Memahami bahasa kasih pasangan itu apasih, apakah physical touch, words of affirmation, receiving gift, act of service, atau quality time. Lakukan sesering mungkin biar sama2 happy. 

Just randomly saying. Lagi rame berita public figure yang masuk kasta tidak kasat mata. Yang bosen dikit, kosong dikit, langsung nyari pengisi.   Ruang kosong bukannya jadi introspeksi, malah ajang genit sama orang lain. Yang nggak pernah merasa cukup. INI CURAHAN HATI NETIJEN GEMES! HAHAHA. Semoga kita dijauhkan dari orang2 seperti ini ya.. amit2 tolak dalam nama Yesus!! Semoga selalu dikelilingi orang yang baik, kasih dampak positif, bisa tukar pikiran dengan sehat. Semoga semua sehat & bahagia dalam lindungan Tuhan. Amin 🙏

Trakhir quotes nyomot dari orang, katanya, integrity is doing the RIGHT THING even when NO ONE is watching 👀

2022 RECAP

Dari judulnya, udah keliatan ya, ini bakalan banyak ngomongin masa lalu hahaha. Udah hampir sebulan jalanin Januari 2023 tapi baru bikin tulisan tentang recap 2022. Maklum, lagi nemu moodnya buat nulis. Hari-hari ini rasanya blogging bisa jadi tempat healing Ketika ngga bisa menumpahkan isi kepala sama orang.

Januari 2022 bulan januari ini udah bulan keduaku bekerja (lagi) di salah satu perusahaan swasta di pinggiran ibukota, setelah sebelumnya 2 tahun jadi full time mom. Berani ambil kerjaan lagi karena pandemic yang mulai reda, dan juga anak udah agak gede, at least 2,5 tahun, kalo ada kenapa-kenapa sama dia, dianya udah bisa ngomong atau ngeluh atau ngadu hehe. Awalnya nyari mbak pengasuh buat nemenin anak juga susah banget, tapi pujiTuhan akhirnya nemu juga dan mbaknya baik banget sayang sama anak kecil. Kehidupan keluarga juga jadi berubah ritmenya. Yang awalnya kami tinggal di rumah kami yang relatif dekat ke pusat kota, trus jadi pindah sewa apartemen sambil hunting rumah di sekitar tempat kerjaku. PujiTuhan baby juga adaptasi ke lingkungan barunya nggak cranky2 gimana. Suami juga meskipun harus menempuh perjalanan yang lebih jauh ke kantornya dari apartemen, tetep bisa bareng sama keluarga. Puji Tuhan untuk suami yang supportif, punya hati yang besar untuk bisa mendukung istrinya. makasi ya pa, love you as always. sehat terus ya kita biar bisa menua bareng, bertumbuh bareng dan keluarga kita selalu dalam lindungan Tuhan.

Februari 2022 Untuk pertama kalinya kena covid. Baru juga 2 bulan kerja, awal februari udah langsung kena covid. PujiTuhan gejalanya ringan, dalam arti ngga sampe gawat darurat yang harus dibawa ke Rumah Sakit. Dan nularin mbak ART juga. Padahal si mbak lengket ke baby. Yahhh combo deh. Tapi PujiTuhan setelah PCR, suami negative dan baby juga ngga menunjukkan tanda sakit apa2, sehat dan aktif aja, jadi kita anggep dia negative dan tetep “diamankan” sama suami. Struggling banget pas aku masih belum selesai karantina, sementara mbak baru aja kedetect positif covid, otomatis suami doang yang handle baby. Sambil meeting pake backingsound suara anak rewel. Hektik. Ngerasain karantina, berjemur, idung mampet, tenggorokan nelen sakit banget, dan diakhir karantina berat badan melonjak naik, hehehe. Ya, karena semua makanan dimakan, semua suplemen yang memperkuat imun dimakan. Biar cepet sehat dan balik lagi bs bareng sama baby. PujiTuhan karantina hampir sebulan karena dari awal aku kena trus jeda ke mbak ART kena 8 harian, jadi makin Panjang waktu karantinanya.

Maret 2022 Akhirnya kita menemukan rumah dekat tempat kerja! Setelah ngitung2, dan ternyata bisa untuk KPR rumah lagi, kami memutuskan untuk beli rumah. Meskipun bukan rumah baru tapi pujiTuhan lebih luas dari yang sebelumnya. Cuma ngga bisa langsung pindahan karena mesti menyelesaikan proses administrasi dan pengurusan notaris juga. Oya, dan juga lagi sering survey sekolah kesana kemari karena bulan Juli masuk tahun ajaran baru, baby umur 3 dan mulai masuk playgroup. Dan juga ikutan trial class di sekolah buat mastiin anaknya udah siap mental buat sekolah. Dan ternyata dia happy! Missnya juga sampe heran sama perkembangan baby di umurnya yang belum genep 3 tahun.

April 2022 Wedding Anniversary! Ngga ada perayaan apa2, cukup happy tiup lilin Bersama. Pas paskah juga kayaknya waktu itu, dan kita masih disibukkan sama bolak balik apartemen-rumah (lama) yang ternyata cukup melelahkan banget tiap weekend udah kayak orang mau pindah rumah bawa barang-barang kesana kemari. Kok waktu itu kuat ya?hehe. Akhir April mulai pindahan rumah, ngecat ulang, renov dikit2 yang urgent,trus ditinggal mudik karena awal mei lebaran. See yaa!

Mei 2022  Pindahan rumah! Bersyukur ditemenin mama papa buat pindahan, soalnya mbak ART juga belom balik lagi ke rumah,masih mudik. Jadi baby ditemenin oma opa sementara dirumah baru sambil oma opa nya bantu beres2 juga maklum abis pindahan barang langsung ditinggal mudik, belom proper nata2in nya. Big thanks oma opaa.

Juni 2022 Mulai jalanin aktivitas dari rumah baru yang lebih kidsfriendly. Makan siang bisa pulang. pujiTuhan ada motor juga jadi bisa lebih mobile buat transport selama ngantor.Cuma si motor ini suka susah distarternya, jadi sering minta tolong mbak ART dirumah atau security di parkiran kantor buat starter kaki. Oya bulan Juni ini juga mulai nyiapin segala kebutuhan buat baby sekolah, mulai dari tas sekolah, baju, urus seragam dan bayar SPP segala macem. Cant wait to see her in her uniform.

Juli 2022 Baby birthdayyy! Yeay, akhirnya 3 tahun jugaaa. Tapi ternyata drama baru dimulai, saudara-saudara! HAHAHA. Mulai dari mbak minta resign karena mau jagain anak dikampung. PujiTuhan dapet penggantinya Cuma sehari setelah dia keluar. Terus lagi si baby, generasi pandemic mulai masuk sekolah, ketemu banyak orang, kebiasaan baru bangun pagi dan sebagainya, berontak ga mau sekolah. Liat seragam trauma, liat mobil jemputan datang trauma, liat segala sesuatu yang berhubungan sama sekolah langsung nangis kejer kayak mau diospek militer. Pulang sekolah kalo ditanya tadi belajar apa disekolah nggak pernah mau jawab, diem aja seputra sekolah, Tapi tetap sangat fun kalo ditanya hal-hal yang lain. Masih jadi anak yang ceria seperti biasa asal nggak tentang sekolah. Minta bala bantuan oma buat nemenin sementara mbak resign, ternyata juga ngga mempan. Sampe kepikiran buat udahin sekolahnya kali aja emang anaknya ga siap sekolah. Cuma keputusan masukin dia ke sekolah bukan dari keinginanku / suami sebagai orangtua, tapi juga anaknya udah minta dan happy pas trial class. Udah bayar segala macem , masuk seminggu malah ngereog tiap mau sekolah, wkwkwk. Tapi pujiTuhan sekolahnya baik, bisa dikasi kesempatan buat pindah kelas pagi  (awalnya dia kelas siang, dan ikut mobil antar jemput kalo berangkat). Paham banget sih adaptasinya anak umur 3 tahun lebih seminggu, adaptasi sekolah, mbak baru, plus PP naik jemputan yang mana dia juga ga pernah kenal semuanya. Kalo di kelas pagi, berangkat sekolah bisa bareng aku dan suami sekalian ngantor, jadi berasa ditemenin. Dan drama persekolahan itu berakhir sekitar 1 bulan sejak hari pertama masuk sekolah. Hahaha.

Agustus 2022 Challenging banget punya ART usia senior ternyata. Kayak dua sisi mata uang sih, kadang pikirnya udah senior pasti dia lebih sabar dan bisa jagain baby dengan baik. Tapi ternyata kebanyakan ngguruin, hahaha. Too much talking banget. Pas lagi kita sekeluarga struggling banget sama mbak ART yang ini, eeh si babynya sakit.. tiba-tiba batuk, muntah2, demam, pilek juga, dan susah banget minum obatnya. Akhirnya setelah coba rawat jalan dan ga works, kita bawa dia opname. 4 harian di rumah sakit, dibolehin pulang meskipun gejala masih ada. Lanjut obat di rumah. Selang sehari baby pulang dari rumah sakit, si mbak bikin ulah lagi. Akhirnya minta balik. Cuma sebulan efektif kerja dirumah, yaudahlah daripada makan ati mulu yekhan.. bye dah. PujiTuhan ada oma yang mau bantuin nemenin disini selama nyari mbak baru. Selama berkeluarga ngerasain punya mbak juga Cuma 2 kali ini, bener2 karena ditinggal kerja.

September 2022 PujiTuhan Cuma seminggu nunggu akhirnya dapet mbak baru juga. Kali ini baik, pujiTuhan. Meskipun masih muda tapi ngga suka main hp dan asik sendiri malah ninggalin anak. Pokoknya rajin deh. Dan telaten sama anak.  Hari2 ini disibukkan dengan jaga kesehatam prokes prokes dan prokes soalnya kasusk covid naik lagi dan baby imunnya naik turun takut sakit lagi. Karena aktivitas diluar rumah udah mulai padet juga dan suami sering dinas keluar kota jadi makin harus kencengin prokes biar tetep sehat. Oya kami juga mulai nabung buat asji, biar punya proteksi lebih baik dan nggak kebingungan di depan nanti.

Oktober 2022 Menutup oktober dengan jadi magister covid, alias kena covid untuk kedua kalinya. Dan kali ini nularin baby. Sedih banget. Prokes udah ketat masih aja bisa kena. Karantina 10harian dikamar dan menggendut lagi. Segala makanan sehat dimakan biar cepet pulih imunnya. Khawatir banget sama baby soalnya pertama banget ketularan dan dia belom vaksin. Meskipun sama2 positif covid aku ga karantina bareng sama dia. Karena gejalaku cukup “parah”. Maksudnya pilek banget sampe ilang penciuman ga kelar2 sampe selesai karantina. Baby sama mbak & papanya meskipun sama2 covid. Dia bergejala lebih ringan daripada aku.

November 2022 Bulan ini jadi bulan nano nano buat kami sekeluarga. Mulai dari father’s day di sekolahnya si baby, udah prepare ternyata ga bisa ikut karena masih karantina. Trus suami birthday, staycation aja biar beda suasana dan masih parno dengan covid yang ga kelar-kelar. Akhir November, baby dan papanya sakit lagi. Huaahh. Kali ini paling parah buat baby karena sampe nggak mau makan sama sekali. Opname lagi. Pas mau jagain baby opname, aku dan suami PCR, laah suami malah postif covid tapi baby negative. Mungkin juga karena baru belom sampe sebulan sembuh dia jadi negative. Rock n roll juga jagain semaleman sendirian karena suami ga dibolehin ikut jaga, dan dia karantina dirumah. Lagi-lagi bala bantuan datang dari oma. Kali ini 5 hari opname, dikasi antibiotik dan puji Tuhan kali ini ditopang askes. Baby pulang, suami masih belum juga selesai karantina, tapi ngga ada interaksi jadi masih aman meskipun tinggal dalam 1 rumah.

Desember 2022 Menutup tahun dengan THANKFUL& GRATEFUL, karena semua sehat, baby holiday lama banget dari awal desember sampe awal januari. Yaa Namanya juga sekolah main-main, yang penting happy. Bisa liburan mudik dengan badan sehat, pergantian tahun juga bisa dilewati Bersama-sama dengan badan sehat. Bisa ketemu banyak sodara-sodara. Semua sehat. Dan kami untuk pertama kalinya membuat resolusi untuk 2023. 😊

 

Lesson learnt 2022, KESEHATAN ITU PENTING BANGET!! Apalah artinya punya segala, bisa segala macem kalo ga sehat. Jadi paling penting jaga Kesehatan (fisik dan mental), karena itu mahaaaalll. Terimakasih Tuhan udah nuntun kami sepanjang tahun ini, terus setia sama musim kehidupan kami. Nopang kami terus pas kami lagi happy atau bahkan di saat terendah kami. Sampe akhirnya kami tetep bisa bareng2 ngelewatin semuanya sampe penghujung tahun dalam keadaan sehat. Terimakasih udah terus kirim orang-orang terbaik buat bantuin kami dan bukakan jalan buat kesulitan-kesulitan kami. 2022 bukan tahun yang mudah buat dilewati, tapi berkat Tuhan banyak berlimpah banget buat kami. Terimakasih ya Tuhaaan! Tuhan baik banget.

Selamat menyongsong tahun baru. Semoga sehat selalu dalam lindungan Tuhan yaa semuaaaa! Lets rock 2023!

Love letter to my first born

 Dear my little girl

Terimakasih ya sudah memilih mama buat jadi mama kamu. Terimakasih sudah kasih banyak sekali pembelajaran hidup untuk mama. mama bertumbuh setiap hari bersama kamu. Maaf ya nak kalau mama masih belum jadi mama yang cukup baik buat kamu. Tapi mama berusaha nak setiap hari. Ya.. Mungkin nggak semua orang tau bagaimana struggle nya mama belajar.. Bagaimana strugglenya mama bergumul didalam hati untuk terus bisa menyeimbangkan dan menempatkan diri dengan baik sebagai ibu dan juga pendamping untuk papa. Maaf banyak kurang2nya mama ya dek, kalau masih sering bikin adek terluka, sedih marah nangis karena keterbatasan mama dalam mengasuh adek. 

Semoga kedepan kita bisa selalu jadi tim yang solid ya dek buat belajar bareng.. Kasihtau mama juga kalau mama salah biar kita bisa sama2 belajar jadi pribadi lebih baik. Semoga tangki cinta mama selalu penuh, dari Tuhan, dari papa, dari adek juga, jadi bisa membagi lebih banyak banyak cinta lagi dalam keluarga. 

At the end.. Kalo sampe akhirnya mama cuma punya adek dihidup mama, mama akan tetap mengusahakan yang terbaik. Biar ngga ada penyesalan diakhir kenapa nggak maksimal ngurusin adek.. Karena mama yang memilih untuk mempunyai adek, maka mama juga harus berkomitmen setiap hari untuk membagi waktu, tenaga dan apapun yang mama punya untuk adek. Yang mama tau, mama bersedia memberi effort lebih, terlihat lebih repot dan lelah untuk memberikan yang terbaik utk adek. 

Sesungguhnya yang bikin mama sedih karena  dihakimi tidak cukup baik buat jadi mama adek.. Penghakimannya keluar dari orang yang mama sayang juga... Hancur sekali.. Tapi yasudah... Toh mama ga berharap orang2 tau ini sih dek, cukup adek merasakan mama sayang sama adek, itu udah lebih dr cukup buat mama.

terimakasih selalu bikin mama kagum sama perkembanganmu ya dek.. Kamu tumbuh dengan sangat baik.. Makin kritis, makin banyak bertanya sampe kadang mama kewalahan juga jawabnya.. Adek membanggakan sekali.. Lucu dan banyak bawa sukacita dalam keluarga.. Terlepas dari beberapa PR yang masih harus kita belajar lagi, but its okay, we will do it as a team ya dek.. Ga akan pernah bandingin step  adek sama anak lain karena mama tau gak enaknya dibandingin sama ibu lain 🤐

Terimakasih ya dek.. 

Mama loves you so much. 😭


STRENGTH.

Menjadi mandiri tidak sesimpel definisi mampu hidup sendiri.

Menjadi mandiri bukan hanya tidak "lenje"
Menjadi mandiri bukan cuma tidak mudah mengeluh atas keadaan. 

Buatku, mandiri bukan cuma soal kemampuan bertahan terhadap situasi sesulit apapun. Tapi nggak protes sama proses, dan bertahan mengandalkan campur tangan Tuhan.
Setidaknya, itu yang kupelajari selama hampir lima setengah tahun ini. 

Ada kalanya hal-hal tertentu yang sebaiknya disimpan sendiri dan dicurahkan dalam curhat sama Tuhan, karena malu mengeluh sama manusia. Karena yang punya masalah ngga cuma aku doang. Karena setiap orang punya salibnya sendiri yang harus dipikul. Karena takut kalo dijalani setengah hati, gak jadi berkat.

Ada kalanya aku sangat menikmati perjalananku naik motor dari kantor ke mess- mess ke kantor. It's totally me time. Kadang menyanyi2 sendiri kencang2, kadang sebel tapi ngomel sendiri kalo lagi ada pengendara yang ngga bener atau jalanan lagi supermacet padahal buru2, kadang mensupport diri sendiri dengan positive vibes, kadang memotivasi diri sendiri dengan segala cara untuk gak nyerah, kadang menangis sejadi2nya dan PeDe aja karna pake masker dan tutup helm hahaha. 
Dan aku merasa nggak cukup mandiri, sebenarnya.

Masih suka mempertanyakan ke diri sendiri, kenapa ya kok harus sendiri tinggal dikota ini?? Kenapa ya orang nggak gini aja sih, kok sebel banget sih harus gitu?? Kenapa orang disekitar judgemental banget ya?? Kenapa Tuhan patahkan harapanku padahal aku sudah sangat berharap sekali dengan sesuatu?? Kenapa aku harus melakukan seperti ini?? Kenapa aku ngga bisa kayak mereka yang begini begitu begono begene.

Sampai suatu pagi.

Aku bangun seperti biasa, lalu mandi, beberes. Masak untuk bekal. Trus perjalanan berangkat ke kantor.
Di motor, lagi2 di saat me time itu, aku seperti disadarkan sesuatu. 
Aku bangun dengan badan yang sehat. Aku bernafas dengan gratis. aku bisa mandi dengan air yang bersih. aku bisa menyiapkan bekalku sendiri dengan makanan yang sehat. aku tinggal di tempat yang cukup layak di kota yang meskipun gak ada saudara dekat yang kukenal, dan tidak perlu membayar sepeserpun untuk menyewa tempat tinggal ini. aku memiliki kendaraan untuk berangkat ke kantor. Tuhan cukupkan waktu pagi hariku sehingga aku tidak terlambat datang ke kantor. aku punya pekerjaan sesuai dengan bidang yang kupelajari di bangku perkuliahan. aku punya pekerjaan yang bisa membuat aku menabung. aku punya suami yang bertanggung jawab dan setia; yang selalu sediakan waktunya untuk sekedar tau kabarku, ditengah kelelahannya bekerja. aku punya keluarga yang hangat dan supportive. aku punya teman kantor yang seumuran denganku se-divisi, tidak ada senioritas di divisiku. Tuhan jawab ucapan ceplas ceplosku dahulu, yang kalau ditanya mau kerja apa setelah lulus kuliah: MAU KERJA YANG SAMBIL JALAN2; dari proyek satu ke proyek lain, dari kota satu ke kota lain. Ya, aku punya Dia.
NO. BUKAN UNTUK MENYOMBONGKAN APA YANG AKU MILIKI. Tapi semua itu menampar aku ketika aku mengingat masa2 aku mengeluh. Masa2 yang masih sering datang juga kepadaku ketika sesuatu nggak berkenan di hati. 
Wow. Tuhan baik sekali. Dia bahkan tetap mengabulkan permintaanku bahkan ketika aku sedang tidak taat kepadaNya. Dia menjawab rentetan doa yang pernah kupanjatkan dan ketika sudah memilikinya, aku lupa pernah berdoa untuk ini semua.
Terimakasih Tuhan sudah ingatkan aku untuk ini semua. Tidak cukup kata untuk bersyukur dan berterimakasih untuk pencapaian ini. Kalau tolok ukur bahagia cuma dihitung dari kesuksesan dan  harta yang kita punya, nggak akan pernah ada kata cukup untuk sukses. Tapi ketika bersyukur buat satu per satu detail hal kecil yang kita rasakan, bahagia itu simple dan kita yang tentukan.

Ya,
Mandiri nggak semudah dibilang mampu bertahan hidup sendiri tanpa lenje dan banyak mengeluh.
Selama masih mengandalkan kemampuan sendiri, semuanya pasti terasa berat. Tapi ketika semuanya diawali dengan rasa syukur, hidup mandiri akan enjoy dijalani. 

hanya satu hal yang selalu kutanamkan dalam pikiranku ketika harus memotivasi diri sendiri:
Tuhan, ketika aku sudah sampai di keterbatasanku, pastikan aku sudah selalu berjalan bersamamu.
Karena didalam kelemahanku lah kuasaMu menjadi sempurna.

Nggak sok religius. Nggak sok bener apalagi sok suci. Aku hanya mau lebih bersyukur. Ini hanya reminder untuk diriku sendiri. Supaya aku bisa membacanya lagi kalo ada wabah mengeluh datang ke pikiranku.

Jadi, untuk setiap orang yang menghakimiku,
untuk setiap pergumulanku yang belum terjawab,
untuk setiap tertawaan mereka atas keterbatasanku,
untuk setiap tanggungjawab lebih yang diberikan kepadaku,
untuk setiap cerita yang tidak bisa dibagi kepada manusia,
Aku Tidak Perlu Khawatir, aku tidak sendiri.
Tuhan tempatkan semua orang terbaiknya untuk mengasihiku :)

Kadang yang dibutuhkan bukan cuma bertahan di tengah badai, tapi juga menari bersama hujan, yekaaan?? Semangat!

OUR SWEET ESCAPE (Part 2)

Lanjuttt lagi kita berceritaaaa..

Minggu, 21 April 2018
Di hari kartini yang berbahagia ini, itenerary kami hari ini adalah ke Lantau Island dan ke tempat perbelanjaan di Hongkong seperti Sham Shui Po dan Ladies Market.
Eits tapi ternyata hotel tempat kita menginap itu deket banget sama Nan Lian Garden. Satu taman ditengah hirukpikuknya kota Hongkong. Jadi sebelum ke Lantau Island, kita mampir dulu ke nan lian garden, gak lupa kita ngeksis disana.





 Jam setengah 11 kita mulai jalan ke MTR Diamond Hill untuk melakukan perjalanan menuju ke MTR Tung Chung. Lalu kita jalan kaki ke tempat penukaran tiketnya cable car. Bagian Lantau Island yang akan kami kunjungi adalah Tian Tan Buddha dan Ngong Ping Village, menggunakan cable car. Sebelumnya kita udah beli tiket cable carnya via klook, trus pas disana kayak tinggal tuker kupon aja. Tapi antreannya lagi2 harus sabarrr.. Kita beli yang standard cable car, bukan yang crystal, karena ada yang gemeteran di ketinggian apalagi kalo crystal dan lantai dibawahnya kaca. hehehe. bisa2 pingsyannnn. *colek yang bisa dicolek 😋 Sesampainya di Ngong Ping, kita mulai jalan mengeksplor Ngong Ping Village, trus juga naik ke tangganya Tian Tan Buddha, abis itu masuk ke Po Lin Monastry, kayak kuil gitu, yang memang masih difungsikan untuk ibadah. Pas kita datang juga lagi ada ibadah didalamnya.
Di Ngong Ping Village banyak banget yang berjualan cinderamata, kita sempet beli juga sih dan ternyata yang jualnya orang indonesia hehehe, lumayan dapat diskon dikit. hehe.














Oyaa kita sempat menggunakan lukis wajah loh disana, begini hasilnya hehehe


Setelah puas mengeksplor Ngong Ping dengan cuaca yang panasnya minta ampun, kitapun menuju ke tempat shuttle bus untuk kembali ke kota. Perjalanannya cukup lama, mungkin sekitar 45menitan lebih, dengan jalanan yang super kelok2, dan jadinya mual :(
Sesampainya di kota hongkong, kitapun nyari tempat beli roti supaya perut agak terisi dan siap melanjutkan itenerary selanjutnya yaitu belanjaaa! HAHAHA

Pusat perbelanjaan yang kita kunjungi pertama adalah Sham Shui Po. Disana buanyak banget orang, kayaknya memang pusat sih. Tapi disini kita ga nemu apa2, cuma liat2 aja karena ngga ada cinderamata yang khas HK gitu. Kebanyakan dijual baju2, trs ada juga handphone&asesoris.

Kitapun akhirnya beralih ke Ladies Market,dan belanja belinji oleh2 untuk sodara,  keluarga& temen2. Harga penawaran awal sih cukup mahal, harus pintar2 nawar. Disini kita dapat flashdisk animasi kartun lucu2, kaos, tas, cermin HK, dompet susun mulai dari paling gede sampe paling kecil. pokoknya banyak deh. Kita cabut dari Ladies Market sekitar jam setengah 10 malam. jalan menuju MTR terdekat. itu kaki rasanya uda mau copot banget hahaha. sampai di hotel jam 10 lewat. Di indo kan dikit2 naik motor jadi baru berasa disini jalan kaki kesana kemari rasanya kaki mau copot. Tapi memang rutenya juga ampun2an sih jalan kakinya hahaha

Senin, 23 april 2018
Wah ga berasa ini hari terakhir kita jalan2 di HK. Malam ini pesawat kita jam 8 malam. Jadi hari ini masi sempet untuk jalan-jalan.
Jadwalnya hari ini kita ke victoria peak &sky terrace, trus ke wan chai market yang katanya ada jualcoklat dan teh hijau, dan pusat perbelanjaan di daerah causeway bay yaitu jardine's cresscent.
Destinasi pertama yang kita kunjungi adalah Victoria Peak. Kemarin saya pilih naik peak tram untuk dapat melihat hongkong dari ketinggian. 
                                       









Dari Victoria Peak sekitar jam setengah 1 siang, kami melanjutkan perjalanan ke Wan Chai Market membeli makanan seperti coklat, teh hijau dan beberapa cemilan2 yang ke-HongKong HongKong an hahaha. Dari Wanchai market kami beranjak ke Jardine's Cresscent di daerah Causeway Bay. Tapi cuma liat2 aja kita disini, habisnya ngga ada yang menggugah mata untuk dibeli hehe. atau perdompetan sudah mulai berteriak ya? ups.

Setelah selesai dari jalan-jalan belanja belinji makanan, kita pergi ke Victoria Park. Sebuah leisure park ditengah pusat kota yang adeeemmm bangetttt. Betul2 keseimbangan antara lahan terbangun dan lahan hijau. Disini tempat untuk santai2 duduk2, olahraga, jogging, juga ada children playground. Jadi bisa dipake semua kalangan mulai dari anak2 sampe kakek nenek bisa. 
Selesai dari Victoria Park, otw ke MTR eeeh nemu mini garden namanya Cheung Kong Park, tetap harus eksis yaa foto dolooo. ;)








                                     



Yeahh finaly selesai perjalanan jalan2 kita. saatnya kembali ke hotel buat packing belanjaan makanan, trus langsung ke bandara. Kita ke bandara naik shuttle bus no A29. Jadilah kita berjalan kaki ke arah bus stop, bawa koper dan ransel. Di Bandara Hongkong kita menemukan toko coklat yang superlengkap, aji ichiban. Tapi kita udah telanjur beli di wanchai market, jadi kita ngga beli lagi deh.




Menu makan malam di pesawat yang cukup istimiwi ada haagen daas rasa pisang yang enak dan sampe ada temen saya tuh, kayak kenal, nambah minta eksrim lagi sama pramugarinya. HAHAHAHAHA. 



Kita sempat transit di Singapur  selama kuranglebih  4,5 jam dan selanjutnya jam setengah 6 pagi pesawat menuju ke Jakarta. Di Singapur kita tidur di bandara tapi kali ini kurang beruntung, ga dapat tempat tidur yang enak seperti waktu berangkat. Jadi tidur di sofa2 Family Corner gitu dekat children playground. Tapi tetep nyenyak aja sih sayanya, hahaha. Beda sama mantan pacarku yang ga bisa tidur. ututututu kaciaann. 

Sekian perjalanan hanimun kamiiiiii. see you at our next sweet escapeeeeee 💋💋💋💋💋💋💋💋💋💋






OUR SWEET ESCAPE (Part 1)

Haiii everyone!
Long time no see! *brb bersihin sarang laba2 di blog*
Kenapa ya setiap nulis disini selalu sambil bersih2 sarang laba2 😅😂😂  Karena menulis itu butuh timing, butu waktu, butuh moment. Ga se-instan instagram, path dan social media lain yang kalo mau ngepost hanya dengan satu sentuhan aja udah langsung cus.
Okey bytheway anyway busway.. Aku mau cerita deh, satu sweet escape sama suami tercintah *aihhh beberapa minggu yang lalu. Destinasinya coba tebak.... apa? Bali? NONONO. Lombok? Pengennya sih.. taun depan deh lagi (*colek suami)😝😝 Semarang? Oh itu jalan bolongnya pun kami sudah hafal *lebay *anak minuman tehtarikcendol* 😂
.
Karena Indonesia yang terlalu indah untuk dikunjungi dengan pesonanya, makanya kita pilih destinasi Hongkong dan Macau. *LAAHHH. Kenapa pilih hongkong dan macau? Karena kami jarang banget punya cuti sepanjang ini, kalo wisata Indonesia ada lahh nanti waktunya diaturkan kesana. Yakann shayyy? *colekmanjaa suami tercinta HAHAHAHA.
Selain libur panjang yang langka, alesan kita pilih HK dan macau adalah ngga ribet pake visa dan harga tiketnya kemarin ada promo diskon banyak dengan bermodalkan kartu kredit temen (ohmyGod, modalnya pun minjem temen) tapi langsung dibalikin donk. Kami ga suka ngutang, kami sukanya digratisin.
. Oke kembali ke leptop, jadi kami baru pertama kali liburan keluar negri bareng berdua. Yaiyalah namanya juga hanimun. *uhuy* Dan kami memutuskan untuk jalan sendiri tanpa tour& travel. Sebetulnya agak nekat sih ini, karena acuannya cuma googling, maps, cerita blog orang, ga ada temen juga yang tinggal atau belajar disana. Kami berdua bagi tugas, aku bagian susun itenerary dan booking tiket masuk ke tempat wisata disana, dan suami bagian pesen tiket pesawat dan hotel.

Jadilah kami berangkat dari Semarang, 18 April 2018 pesawat Singa Udara. Kami ambil pesawat yang tanggung jamnya, ga terlalu pagi dan ga terlalu sore, jam setengah 12 siang sampai di bandara. 

Di Bandara Soetta harus pindah dari terminal kedatangan Singa Udara ke terminal 2. Masih banyak waktulah untuk makan siang dulu, dan pindah terminal serta serba serbinya, kali aja di imigrasi ada harus mengurus ini dan itu yang mungkin butuh waktu.  Juga mengantisipasi kalo Singa Udara ini lagi kumats ,dan delay, ulala.. Jadi kami spare waktu lebih untuk ini.
Setelah makan siang, kami cari money changer karna hari sebelumnya kami bener2 ga sempet buat ke money changer.  After wedding masih adaaa aja acara dan masih banyak tamu juga. nilai tukarnya pas browsing internet sih 1HKD= 1767 rupiah kl ga salah. Tapi karna di bandara, kami dapet 1HKD=1800. sebetulnya ada sih yg jual 1788 tapi stoknya pas kosong, yaudalah belom rejeki. hehe. Lagian kalo harus cari diluar bandara sepertinya bakalan beresiko, takut macet dll. Karna yang direkomendasiin temenku itu money changer di jakarta pusat, jauh dari bandara.

Penerbangan ke Singapura via Singapore Airline jam 5 sore pesawatnya. Dan berangkat ke Hongkong dari Singapura itu jam setengah 8 pagi hari Kamisnya tangal 19 April 2018. Kami memang sengaja ambil transit yang agak lama di singapur, niat hati mau jalan2 di singapur malemnya. Jadi sambil menyelam minum wine *kemudian sakitperut*
Berhubung suami saya ini orangnya memang superontime, jadi dia lebih baik nunggu lama daripada terburu2, jadilah kita checkin di counter Singapore Airline itu kepagian. Tapi untungnya udah bisa cekin sih..😆  sudah dibuka counter cekin untuk penerbangan kami.

Singkat cerita, tibalah waktunya untuk kami masuk ke pesawat. 
nyaman bingit
Sesampainya di singapura, kita muter2 aja di bandara sambil membunuh waktu. Tadinya sih mau liat singapur di malem hari, tapi apalah daya jam kedatangan kita ga ngejar sama tour gratis keliling singapur yang ada di Changi Airport. Telat 1 jam dari jam tutupnya pendaftaran. 
Berhubung kami ga nuker dollar SG, males juga nuker uang lagi di bandara changi cuma buat liat2 pemandangan Singapur malem hari,  jadi kami gak keluar bandara, ribet juga sih kayaknya harus mengurus imigrasi lagi kalo kami mau jalan2 liat kota Singapur. (dan udah pernah juga sih sebetulnya, yasudahlahya). Alhasil kami keliling2 aja di Changi memanfaatkan segala faslitas di Bandara. Kalo di Changi transit 11 jam juga happy aja, bayangin kalo transitnya di Bandara lokal di Indonesia.. ehehehe. sebelas jam. 😡 
Oiyaa kedatangan pesawat kami dari jakarta itu di terminal 2 Changi, dan kami terbangnya besok paginya ke HongKong itu via terminal 3, jadi kami naik shuttle bus  ke terminal 3.


shuttle bus dari terminal 2 ke terminal 3

Nyari taman dan eksis always


menunggu boarding

ada movie theatre juga tapi kursinya gak pewe buat tidur jadi kami pindah, gak nyimak filemnya. HAHAHA
si anak suka pijet, kesenengan nemu ginian di bandara😁

sumber : pinterest, ini sih mirip2 lah tempat bobok yang FINALLYYY kami dapetin di terminal 3. Tapi kayanya bukan yang ini sih. kami ga sempet fotoin karna udah capek banget. Pas banget ada Bule bangun dari singgasana nyaman ini dan kita cussss mengincarnya. sikaaattt.

Paginya kami berangkat jam setengah 8 pagi menuju HK, dan tiba di HK jam set 12 siang. Sesampainya di HK, kami langsung menuju counter pembelian Octopus Card buat kemudahan transportasi kami selama di HK.  Harganya 150 dollar, saldonya 100 dollar dan ada deposito 50 dollar di kartunya, katanya sih bisa dibalikin kalo kita mau pas kita cauuu dr HK. 
Ini penampakan bandara HKG






Dari bandara, kami naik bus nomor A29 ke arah hotel. Kami menginap di Penta Hotel, deket sama MTR Diamond Hill. Berhubung Airport express agak mehong, kami ambil pake bus aja HAHAHA. 
Gampang banget petunjuknya untuk ke shuttle bus. Untung aja dari hotelnya ada email how to reach Penta hotel by any transportation. Jadi kita tinggal ngikutin aja. fare untuk sekali jalan adalan 42 dollar hongkong.
Kalo saranku,untuk kemudahan transportasi di HK, install aja aplikasi MTR pake playstore. And everything sooooo simpleee. mudah banget banget banget mau kemana aja tinggal klik locationnya dari mana mau ke mana, akan muncul rute MTR nya harus kemana aja, transit dimana aja dan berapa fare nya untuk sekali rute itu.





Then, sampailaah kita di Hotel. Segera beberes dan mandi karna udah 1,5 hari ngga mandi sejak berangkat dari Semarang. HAHAHAHA. 
Beginilah kira2 bentukan hotel kami








Setelah selesai beberes, kamipun bersiap berangkat ke arah Tsim sha sui, makan siang , skalian cari international adaptor karna kami baru nyadar di hotel kalo ga bisa charge HP ataupun kamera, hehehe.  trus lanjut ke avenue of stars & symphony of light.
Berdasarkan trip advisor, kamipun menuju ke salah satu tempat makan dimsum yang reviewnya paling bagus dan harga bersahabat backpacker. Namanya Canton's Kitchen Dim Sum Expert, rasanya not bad sih, cuma kayak ada sayur daun apaa gitu yang rasanya wangi jadi eneg di lidah kami. FYI ini emang bukan tempat makan halal yaa, karna kami berdua pork mania. HAHAHA. Tapi kami pas kesana agak keblondrok kalo orang jawa bilang😂. Hal ini diakibatkan karna kami gatau porsinya seberapa gede. Dan ternyata setelah datang makanan, porsinya satu bisa buat berdua bahkan kekenyangan juga. HAHAHA. Alhasil kita bungkuslah itu makanan yang satunya lagi, dan endingnya ga kemakan, karna pasti besokan paginya udah ganti suasana dan ganti menu. Ga mungkin mau angetin makanan bungkusan lagi hahaha.

The avenue of stars


Oyaa kita juga sempet eksis di Salisbury Garden, itu sih sekomplekan aja sama area Symphony of Light, berhubung kita disana dari sore, ya udah skalian aja foto2 dulu hihihi.




Dannn kita nungguin disitu sambil foto2 di pinggir dermaga hehehe. Sempet salah spot nungguin Symphony of Light nya, akhirnya kita pindah jalan dulu karna symphony of light baru mulai jam 8 malam. Sayangnya pas nyampe disana, area symphony of lightnya lagi renovasi gitu, jadi lightnya doang kagak ada symphonynya deh 😭. Agak zonk sih jadinya. 
Tapi baiklah, yang penting foto2 lagi HAHAHA.


Kami foto2 sampe sekitar setengah 9 aja trus balik ke hotel, menuju MTR Tsim Sha Sui East. Pas transit di MTR Hung Hom, kami sempet beli roti buat bekal besok, karna itenerarynya besok pagi adalah ke Maccau pagi2 banget, dan diprediksi ga sempet sarapan. Rotinya sangat enak, sayangnya lupa apa nama rotinya. Pengen nyari lagi buat dibawa ke Indonesia tapi ga sempet ngefoto kemasannya :(

Jumat, 20 April 2018
Yapp pagi2 kami udah berangkat dari hotel, sekitar setengah 7 an kita berangkat menuju HK Island Ferry Terminal. Naik MTR menuju ke Sheung Wan Station trus jalan kaki menuju ke Shun Tak Centre, di lantai 3, itu loket tiket dan boarding gate nya untuk antre masuk ke kapal. Mestinya sih dari hotel lebih deket ke Kowloon Ferry Terminal tapi karna kami beli via Klook nya HK Island Ferry Terminal jadilah kita mesti agak butuh waktu untuk kesananya. Kalo rekomendasi dari temen sih beli aja tiket turbojet dari klook, jadi pas disana udah ga mikirin beli tiket lagi. Sebetulnya pas kami kesana antrian pembelian tiket juga ga rame sih, bisa juga beli onthespot, tapi memang agak ada selisih harga sama klook. Lebih murah beli pake klook, terpaut dikit aja. Kami ambil jam penyebrangan jam 8.15 dari HK. Perjalanan menempuh waktu sejam aja untuk sampai di Maccau Ferry Terminal.  Di HK ini agak lebih semrawut sih menurutku pengaturan keberangkatan penumpangnya, dibandingkan pas pulang dari Maccau. Karna disini kalo kapal datang, dan ada penumpang, dibolehin masuk. Jadi pas kami kemaren ga dicek detail jam di tiketnya. kami berangkat jam 8 kurang, udah bisa naik kapal. Ya ada untungnya sih buat kami datang kepagian di HK Fery terminal itu.





Setibanya di maccau fery terminal kami langsung naik shuttle bus ke venetian maccau, lumayan gratis shuttlebusnya. Masih pagi banget kami nyampe disana, bahkan itu shopping centrenya banyak stand yang masih pada tutup. hehehe yaiyalah.


Entah karena itenerary kami yang kurang mateng atau kurang info, tapi kami ngerasa perjalanan di maccau ini transportasinya agak susah ga kayak di HongKong. Di Maccau, kalo mau kemana-mana, alternatifnya cuma 3, pake taksi, pake bus, atau pake gratisan shuttle dengan resiko bolak balik ke Maccau Ferry Terminal (yang ini sih makan waktu jadinya). Karna kami ga nginep di Maccau tapi langsung pulang ke HongKong malam harinya, jadi harus bener2 atur waktu selama di Maccau supaya dapet semua destinasi2 kece nya.

Destinasi pertama yang kita kunjungi pas di maccau ini adalah Venetian Maccau. Kemarin kami beli tiket Venetian Maccau Gondola via klook, tapi ternyata standnya baru buka jam 11 siang, karena penukaran kupon tiket itu dilakukan di salah satu toko disana namanya Boutique Di Gondola. Akhirnya kami nungguin sambil foto2 disana. Agak sayang sih waktunya. 




Sekali menyelam minum air, kitapun skalian ke The Parisian alias ke menara Eiffel jadi-jadian yang ada di Maccau.


Dari The Parisian, kita ke tempat Shuttle Bus nya Venetian Maccau, untuk kembali ke Maccau Ferry Teminus buat ganti Shuttle Bus lagi untuk membawa kita ke Senado Square, St. Paul Ruin, Gereja St Dominiq dan sekitarnya. Akhirnya kita naik Shuttle menuju ke Grand Lisboa dari Maccau Ferry Terminus. Sampai disana kita harus jalan kaki menuju ke Senado Square, jauh juga jalannya mengingat kaki kita udah gempor dan cuaca pas lagi panas, agak ngga mood gitu deh mana laper pulaakk. Belajar dari pengalaman, mestinya naik bus aja turunnya lebih deket. pas banget depannya senado square. cuma kita gatau rute2nya jadi cari aman kita pake shuttle bus.







Yaampunn kita sepertinya salah timing. HAHAHA. Hari Jumat ternyata daerah itu seperti layaknya lautan manusiaaaa. Baru sadar China itu penduduknya paling banyak ya di dunia, mungkin sebagian ada yang nyipratin Maccau hari itu, jadi tupeh ruehh disana.  Jadilah kita bagaikan butiran debu diantara buanyak orang. Rata2 pendatang juga sih kayaknya. Ohya, gak lupa kita icipin egg tart nya Koi Kei, buat saya itu udah enak banget. Kata orang2 sih mestinya yang paling enak di Margaret cafe e nata, tapi yasutralahyee, nge-maps Margaret cafe e nata ternyata uda kelewatan mestinya pas kita mau jalan ke senado square dari arah grand lisboa. 




Pas nyampe senado square dan abis foto2, kita mau naik ke ruin st paul. tapi lapar sekali. dan kami menyesal ngga naik dulu ke ruin st paul, padahal ada pork chop bun, dan berbagai makanan tidak halal yang enak itu. malahan kita makan di sebrang senado square, takut ga kuat naik sih makanya kami makan duluan di bawah. hahahha. Sebetulnya dari Ruin St Paul, saya sih masih mau naik ke mount fourtress, tapi jam menunjukkan pukul 4 sore dan kami gatau kenapa was was ketinggalan ferry , padahal kami beli tiket jam 8 malam.  HAHAHA. Kan gatau antriannya di imigrasi, belom lagi transportasi dari satu tempat ke tempat lain selain shuttle bus gratisan dari Maccau Ferry Terminal memang makan waktu juga. Jadi okelah kita capcus aja keluar dari area Senado Square. Eits, sebelomnya kita sempet ngintip dibelakang ruin st paul itu ternyata beneran sisa fasad depannya doang, dan bisa berdiri kayak gitu karna belakangnya ditopang sama baja2. Betul2 seperti kamu gitu, bisa berdiri tegap sekarang karna ada aku yang menopang. *elaaaaaaaaaaaahhhh.


Oke next destination kita ke Maccau Tower. Untuk ke haltenya kita mesti keluar masuk tempat cassino yang gede banget dan rame banget. ckckck. kata orang maccau itu mini las vegas. hahaha. 
Duh lupa deh naik bus nomor berapa ya kemarin ke maccau tower, kalo ga salah nomor 6 sih. Tapi di Tempat haltenya ada kok tulisannya. Kita udah beli tiketnya via klook untuk masuk ke maccau tower. 







Disana juga ada tempat buat bungee jumping. Duh membayangkannya aja udah gemeter tangan dingin, hahaha. sebetulnya aku gatakut ketinggian, tapi ngga bungee jumping di maccau tower jugak seeehh -____- , selain terlalu antimainstream, mehong juga coy. jutaan begituhh yee. lumayan kan buat syoping ntar2 di ladies market HAHAHA. *mak mak wanna be

dari maccau tower, kita menuju ke Maccau Fisherman's Warf. Nunggu busnya agak lama sih kita dari maccau tower. naik bus nomor 23 atau 32 bisa juga ke maccau ferry terminal, trus tinggal jalan kaki aja deket kok Maccau Fisherman's Warf nya dari Maccau Ferry Terminal. Berhubung waktu udah menunjukkan jam setengah 6 sore, kita cuma foto2 aja di Maccau Fisherman's Warf , yang di bangunan mirip Colloseum di Roma itu.





Okay, segitu aja perjalanan wisata di Maccau hari Jumat. Abis itu kita balik ke Maccau Ferry Terminal buat nunggu keberangkatan kapal kita. masih ada 1 jam spare waktu kita sebelum keberangkatan. Lebih tertib sih kalo di Maccau Ferry terminal, jadi tiap jam keberangkatan punya boarding gatenya sendiri2. Jadi kalo tiketnya jam 8 malem meskipun ada kapalnya lebih awal dia ga bisa berangkat duluan.
Kita mau beli makan malem di Ferry terminal cuma kayak tanggung, ntar aja di hongkong dah. eeeehh taunya sampe deket hotel tempat makannya tutup HAHAHA. baeklaah, ngemil aja itung2 diet ye. *sedih. dan nggak mood.




bye maccau!

Sabtu, 21 April 2018
Today we gonna explore..........DISNEYLAANND! ihiy.
Berdasarkan hasil browsing sih bukanya jam 10, jadi kita jalan santai gitu dari hotel sekitar jam setengah 9, sempet sarapan dulu juga di sebelah hotel. dan aku menemukan tempat makan murah meriah tanpa mencret di samping penta hotel. HAHAHA. 




Dan kitapun happy. hahaha. memang bukan khas hongkong yang gimana2 banget sih, biasa aja, semacem mcd gitu menunya, namanya red rice. tapi lumayanlah buat sarapan daripada makan pake roti sevel muluk yekaann? 👯
Habis sarapan kitapun jalan ke MTR Diamond Hill, untuk menuju ke disneyland. Rutenya gausah diceritain yee, install aja aplikasi MTR di playstore, hehe.

Lucu deh kretanya jendelanya mickey mouse trus di dalamnya juga gantungan yang buat orang berdiri bentuknya mickey jugaa. hihi. 
Okaayy here we aree, in disneylaaannd!








Terbagi jadi zona Fantasy Land, Adventureland, Tomorrowland, Grizzly Gulch, Mystic Point, Main street Usa dan Toy Story Land. mulai dari wahana yang ramah anak sampe tidak ramah jantung, ada semuanya disana. jadi disana kita pegang peta, jadi ngerti mau kemana dulu dan yang worthed dikunjungin itu apa aja. 
Kita juga makan siang disana, dan lumayan sih harganya juga hehehe. setelah keliling tempat makan disana dan mensurvey harga yang paling masuk akal, tibalah kita pesen makan di salah satu resto. rasanya not bad lah karna kita kelaparan. hahaha. kemudian kita sempet cari2 barang cinderamata siapa tau ada yang bisa dibeli untuk oleh2 keluarga dekat, atau ponakan2 unyu kami dirumah.  cuma emang nihil hasilnya. hahaha.
Kita di disneyland bener2 seharian sampe jam 8 malem ga mau rugi hahaha. pas jam 8 malemnya kan ada parade dan semacam symphony of light all cartoon disney. jadi ada animasi gitu yang dipantulkan ke sepanjang dindingnya pertokoan di boulevardnya disneyland dengan backing sound lagu2 disney. kereeenn banget!! coba videonya bisa diunggah kesini, diunggah juga deh ahahaha. 
memang setiap mau naik wahana kita mesti antre puanjang sih, tapi ya okelah, enjoy kok kami disana. itung itung ngobatin rasa penasaran, kayak gimana sih disneyland itu. AHAHAHA. 
Dari disneyland kita lari cepet2 ke MTR terdekat karena udah kebayang gimana ramenya MTR yang ditumpahin lautan manusia. 
Okay, sekian dulu part 1 perjalanan hanimun kami. dilanjut lagi di part selanjutnya kita masih eksplor hongkong yaa. 
💗💕💗💕💗💕💓💓💓💓💓💓💓👫